KACANG KORO PEDANG PDF

Balai penelitian Tanaman Kacang. Kacangan Dan Umbi. Keuntungan tanaman ini adalah: memiliki adaptasi yang luas pada lahan suboptimal, terutama pada lahan kering masam, mudah dibudidayakan secara tunggal atau tumpangsari, cepat menghasilkan biomasa untuk pupuk hijau atau pakan, mengandung protein tinggi, dan bijinya mengandung senyawa beracun toksik berupa Con. Canavalia A yang dapat diolah sebagai obat kanker pada industri farmasi.

Author:Fekazahn Dajin
Country:Pakistan
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):18 October 2012
Pages:103
PDF File Size:18.39 Mb
ePub File Size:10.50 Mb
ISBN:954-3-17529-597-9
Downloads:24026
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltiran



Balai penelitian Tanaman Kacang. Kacangan Dan Umbi. Keuntungan tanaman ini adalah: memiliki adaptasi yang luas pada lahan suboptimal, terutama pada lahan kering masam, mudah dibudidayakan secara tunggal atau tumpangsari, cepat menghasilkan biomasa untuk pupuk hijau atau pakan, mengandung protein tinggi, dan bijinya mengandung senyawa beracun toksik berupa Con. Canavalia A yang dapat diolah sebagai obat kanker pada industri farmasi.

Umur panjang bulan dan tidak dapat dikonsumsi langung mungkin merupakan kelemahan tanaman koto pedang. Adanya senyawa selain Con. Canavalin A, yaitu: Canavalin B, enzyme urease dan asam amino Canavalin , serta kandungan proten tinggi sering digunalkan dalam industri farmasi, kosmetik dan pangan, serta tersedianya pasar dalam negeri seperti PT.

Haldin Pasifik Semesta di Jakarta dan pabrik abon di Suarakarta merupakan peluang Agribisnis yang perlu dimanfaatkan, namun perlu promosi yang intensif. Secara tradisional tanaman koro pedang digunakan untuk pupuk hijau, polong muda, digunakan untuk sayur dimasak seperti irisan kacang buncis.

Biji koro pedang tidak dapat dimakan secara langsung karena akan menimbulkan rasa pusing. Biji koro merah digunakan untuk obat sakit dada dan di Madura, koro biji merah digunkan untuk obat dengan nama Bedus. Secara botani tanaman koro pedang dibedakan kedalam dua tipe tanaman yaitu : koro pedang yang tumbuh merambat climbing dan berbiji merah Canavalia gladiate jack DC dan koro pedang tumbuh tegak dan berbiji putih Canavalia ensiformis L.

Selain itu, biji koro pedang putih Canavalia ensiformis mengandung zat toksik, yaitu: kholin, asam hidrozianine dan trogonelin. Pada biji koro ini juga mengandung tripsin dan cymotrypcine inhibitors.

Koro pedang biji merah Canavalia gladiata memiliki kandungan protein dan garam yang cukup tinggi, asam hidroianik dan saponine. Karena biji koro mengandung racun maka perlu cara masak khusus untuk menetralkan racun sebelum dikonsumsi. Industri yang bergerak di bidang pengolahan hasil tanaman pertanian di negara maju menggunakan bahan alami natural ingredient yang mempunyai kandungan unsur-unsur tertentu antara lain : protein tinggi, lemak dan minyak non kolesterol, enzym urease, asam amino dan zat-zat yang mengandung bius.

Budidaya tanaman koro pedang sangat mudah, dapat tumbuh baik di lingkungan suboptimal bahkan untuk tanaman koro tipe menjalar dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman keras yang bernilai ekonomi sebagai rambatannya. Informasi tersebut memnunjukkan potensinya untuk dikembangkan lebih lanjut.

Koro pedang tegak biji putih Canavalia ensiformis Jackbean Bentuk tanaman yang menyerupai perdu batangnya bercabang pendek dan lebat dengan jarak percabangan pendek dan perakaran termasuk akar tanggung. Bentuk daun trifoliat dengan panjang tangkai daun cm, lebar daun sekitar 10 cm, tinggi tanaman dapat mencapai 1 meter. Bunga termasuk bunga majemukdan berbunga mulai umur 2 bulan hingga umur 3 bulan. Polong dalam satu tangkai berkisar 1.

Panjang polong 30 cm dan lebar 3,5 cm, polong muda berwarna hijau dan polongh tua berwarna kuning jerami. Biji berwarna putih dan tanaman koro dapat dipanen pada bulan, namun terdapat varietas berumur genjah umur bulan. Koro pedang merambar biji merah Canavalia gladiata Swordbean. Bentuk tanamannya merambat dan selalu melilit kearah kanan berlawanan dengan jarum jam. Akar termasuk akar tunggang dan batang tumbuh sangat kokoh dan diameter dapat mencapai 5 mm.

Tangkai daun dan pangkal batang berwarna merah muda. Panjang polong sekitar 40 cm lebar 5 cm dan warna polong tua coklat muda, umur tanaman sampai panen terakhir yaitu 9. Biji berwarna merah atau coklat muda. Koro rambat berbiji coklat muda memiliki daun agak sempit dan kaku di banding tanaman berbiji merah yang memiliki daun lebih lebar dan kelopak bunga berwarna putih.

Ekologi Tanaman koro pedang dapat tumbuh sampai ketinggian m d. Sistim perakaran kedua tanaman tersebut sangat dalam sehingga dapat menjangkau persediaan kadar air tanah yang cukup pada kondisi permukaan tanah kering, atau pada lahan kering di musim kemarau tanaman ini mampu tumbuh dan berbiji dengan baik.

Pertumbuhan kedua jenis tanaman koro pedang akan optimal bila mendapatkan sinar matahari penuh, namun pada kondisi ternaungi masih mampu menghasilkan biji dengan baik. Kedua jenis tanaman koro tumbuh pada tekstur tanah dan kesuburan tanah dengan kisaran yang luas, terutama koro tipe tegak.

Koro tipe rambat dapat tumbuh baik pada tanah dengan daya pencucian tinggi dan miskin hara. Selain itu, tanaman koro pedang dapat tumbuh baik pada tanah asam pH asam sampai dengan netral 4,4. Pupuk hijau tanaman koro tipe tegak sekitar Di AS, tumpangsari tanaman koro pedang denagn tanaman temkakau dan nenas yang diberi pupuk hijau daun koro dapat meningkatkan hasil tanaman tersebut yang signifikan.

Untuk koro pedang tipe menjalar, biji ditanam mengikuti jarak tanaman keras dan tingkat kepentinmgan penamanamannya. Pada perkebunan Kakao, Jeruk, dan kelapa di Amerika, kebutuhan pupuk hijau dapat dicukupi dari daun tanaman koro pedang. Pada tanaman koro, semakin panjang batang menjalar, semakin banyak polong yang dihasilkan. Waktu Tanam: Waktu penanaman yang paling tepat adalah pada akhir musim hujan sekitar bulan Maret di lahan tegal karena untuk pertumbuhan awal tanaman masih cukup air untuk pertumbuhan membentuk percabangan yang rimbun.

Pada saat berbunga, pengisian polong dan pemasakan, keadaan cuaca dalam kondisi kering, sehingga pada bulan Agustus. September dapat mempercepat proses pemasakan biji.

Pemupukan: Pemupukan tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan tingkat hasil yang ingin dicapai. Tanaman koro pedang di Indonesia jarang dibudidayakan secara intensif. Panen Tanaman koro pedang tipe tegak dapat dipanen pada umur bulan, yang ditandai oleh polong tua yang berwarna kuning jerami. Panen dapat dilakukan sekali atau dua kali, sebab polong tidak mudah pecah. Sedangkan tanaman koro tipe merambat dapat dipanen pada umur bulan.

Hasil: Hasil biji koro tergantung dari populasi tanaman, varietas dan teknik produksi. Kelemahan utama tanaman koro pedang adalah mengandung senyawa yang bersifat toksik berupa Con. Canavalia A dan B, tetapi penelitian di Guetamala telah dapat mengisolasi protein tanpa toksin. Berumur panjang bulan 3.

Mudah dibudidayakan secara tumpangsari ubikayu, Jagung, sengon, kopi, Kakao, pekaya dll. Adaptif pada lahan kering masam 3. University Hospital di Taipei Medical Colage melaporkan bahwa ekstrak biji koro pedang dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah penyakit kanker karena.

Con canavalin A yang merupakan suatu protein bertindak sebagai anti bodi yang dapat mengaktifkan sel anti kanker atau sel T, dan juga mampu menggumpalkan VIRUS dan Spermatozoa serta dapat mengisolasi subtansi immonoglobulin dan glikoprotein darah. Peluang: 1. Di Jakarta terdapat perusahaan P.

T Haldin Pacific Semesta di kawasan industry Cikarang. Bekasit yang menerima produk tanaman koro pedang yang akan diekspor ke Jepang dan USA. Oleh P. T Haldin Pacific Semesta harga koro pedang tipe tegak berbiji putih lebih murah dari harga koro pedang tipe menjalar berbiji merah. Harga kedelai pada tahun yang sama Rp. Koro pedang biji putih di Surakarta lebih laku daripada koro biji merh, sebag koro biji digunakan salah satu komponen pembuatan abon oleh pabrik abon.

Ancaman 1. Pasok koro saat ini dikuasai oleh Negara-negara Afrika 2. Masyarakat Trenggalek Jawa Timur biasa mengkonsumsi tempe koro pedang. Biji kacang-kacangan tersebut memiliki kulit yang keras sehingga sebelum dibuat tempe perlu pengupasan kulit biji secara mekanis. Komak, koro benguk dan koro pedang mengandung senyawa beracun, sehingga dalam pembuatan tempe, setelah kulit biji dukupas, direbus dengan air yang dicampur abu kapus dan selanjutnya biji direndam dalam air dua kali selama selama dua hari dua malam agar kandungan racun dapat dinetralkan.

Perendaman terbaik bila dilakukan pada air yang mengalir, bila hal tersebut tidak dapat dilakukan air tetap , maka air perlu sering diganti agar terhindar dari aroma kurang sedap. Proses selanjutnya, termasuk jenis ragi yang digunakan relatif sama dengan pembuatan tempe kedelai.

Rasa tempe koro pedang tidak seenak tempe kedelai, kenampakan tempe tidak semenarik tempe kedelai, dan kandungan protein juga tidak setinggi kandungan protein tempe kedelai. Hal tersebut mungkin merupakan kelemahan. Namun keuatan yang menjadi peluang dari tempe koro pedang adalah dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung atau keripik tempe dengan penggunaan yang lebih luas dan penampakan yang lebih dapat diterima.

2N3053 DATASHEET PDF

Kacang Koro Pedang Sulawesi Selatan

Genus : Canavalia. Spesies : Canavalia gladiata Jack. Hal ini dikarenakan kandungan gizi-nya yang jauh lebih lengkap dan khusus di Indonesia, jenis kacang koro inilah yang paling mudah ditemukan. Meski demikian, secara aktual, kacang koro pedang telah ternaturalisasi dan kini juga dengan mudah dijumpai di Indonesia.

YOUSUF LUDHIANVI BOOKS PDF

Cara Budidaya Kacang Koro Pedang

.

Related Articles