JURNAL UDANG GALAH PDF

Pada pemijahan udang, proses perkawinan sangat dipengaruhi dan berkaitan erat dengan proses moulting pergantian kulit pada induk betina. Dalam hal ini proses moulting dan pemijahan dipengaruhi oleh kelenjar hormon yang terdapat pada tangkai mata. Sebelum terjadinya proses perkawinan, udang betina berganti kulit terlebih dahulu yang disebut premattingmoult. Setelah udang betina mengalami pergantian kulit, keadaannya menjadi lemah. Pada saat inilah perkawinan akan terjadi.

Author:Nedal Golmaran
Country:Timor Leste
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):2 May 2018
Pages:210
PDF File Size:6.80 Mb
ePub File Size:3.46 Mb
ISBN:700-8-16951-832-2
Downloads:21364
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Virn



Robi Binur, S. Sabarita Sinuraya, S. Si Moderator : Iwan, S. Pd Dosen Penelaah : 1. Elda Irma J. Kawulur, M. Hermawaty Abubakar, S. Si Penyanggah : 1. Eliben Kogoya : 2. Udang ini termasuk jenis asli Indonesia yang tersebar luas mulai dari Aceh sampai Papua Wowor dan Ng, Menurut Khasani dkk. Salah satu penanda genetik atau molekuler yang umum digunakan untuk mempelajari variasi genetik antar spesies maupun antar individu hewan, baik invertebrata maupun vertebrata adalah gen Cytochrome Oxidase I COI.

Folmer dkk. Papua memiliki bentang alam geografis yang unik dan terisolir sehingga dimungkinkan dijumpainya banyak variasi sumberdaya flora dan fauna yang bersifat spesifik, salah satunya adalah udang galah. Udang ini oleh masyarakat lokal Papua khususnya di Timika banyak ditangkap di sungai-sungai dan rawa- 1 rawa. Seiring penangkapan di alam yang terus meningkat maka dikhawatirkan dapat mengancam populasi udang ini.

Keragaman genetik suatu populasi perlu dikembangkan dalam salah satu upaya konservasi organisme. Hal tersebut penting untuk dipahami dan dipertahankan karena keragaman genetik merupakan dasar bagi seleksi alam serta kemampuan beradaptasi suatu populasi terhadap perubahan yang terjadi dilingkungan habitatnya Handayani, Sehingga dalam suatu populasi direkomendasikan memiliki keragaman genetik yang tinggi walaupun ukuran populasi tersebut lebih kecil dibandingkan ukuran populasi yang sebenarnya.

Penelitian mengenai keragaman genetik udang galah yang hidup liar wild type di perairan Papua sungai dan rawa-rawa khususnya di Kabupaten Mimika sangat jarang dilakukan. Data dan informasi udang galah di Papua khususnya di Kabupaten Mimika hanya sebatas Morfologi Wowor dan Ng, dan daerah persebaran alami de Bruyn dkk.

Ketiadaan informasi mengenai keragaman genetik populasi udang galah menjadi kendala dalam upaya konservasi udang ini di Kabupaten Mimika. Hal inilah yang mendasari perlu dilakukannya penelitian mengenai keragaman genetik populasi udang galah yang berasal dari Sungai Kamora dan Ajkwa Kabupaten Mimika, Papua.

Bagian selatan pegunungan merupakan daerah dengan relief permukaan dari bergelombang landai hingga dataran yang luas. Adannya variasi geografis di wilayah kabupaten ini mengakibatkan terbentuknya lima sungai utama, di antaranya yaitu Sungai Kamora dan Sungai Ajkwa. Kedua sungai ini diketahui merupakan habitat alami dari udang galah Short, Hal 2 ini didukung oleh adanya masyarakat lokal yang sering menangkap dan menjual udang galah di sekitar sungai tersebut.

Sungai Kamora dan Ajkwa memiliki gangguan perairan yang hampir serupa, seperti penangkapan ikan dan udang yang tidak ramah lingkungan, serta adanya aktifitas penambangan pasir dan adanya aktifitas pertanian. Selain itu, aliran Sungai Ajkwa telah direkayasa dan digunakan untuk pegendapan dan pengendalian limbah hasil pengolahan bijih mineral tailing dari perusahaan tambang yang ada di sekitar sungai ini Setiawan dkk. Gangguan tersebut tentunya akan mengancam kelestarian ekosistem termasuk populasi udang galah yang ada di kedua sungai tersebut.

Selain itu, perbedaan letak geografis dan kondisi sungai memungkinkan adanya perbedaan karakter genetik udang galah yang ada di kedua sungai tersebut. Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dipelajari bagaimana keragaman genetik populasi udang galah yang berasal dari Sungai Kamora dan Ajkwa di Kabupaten Mimika.

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui hubungan kekerabatan populasi udang galah dari Sungai Kamora dan Ajkwa. Keadaan Umum Lokasi Penelitian 2. Biologi Udang Galah 2. Keragaman Genetik dalam Populasi 2. Bagian tubuh udang galah yang digunakan untuk analisis genetik adalah jaringan otot pada kaki renangnya pleopod. Setiap lokasi penelitian tersebut dikoleksi masing-masing 10 individu.

Secara umum ada tiga tahap isolasi DNA yang dilakukan, yaitu i penyiapan jaringan dan lisis sel, ii menghilangkan RNA dan presipitasi protein, dan iii presipitasi dan rehidrasi DNA. Primer yang digunakan dalam penelitian ini, mengacu pada penelitian Folmer dkk. Tabel 3. Reaksi amplifikasi diakhiri dengan pemanjangan akhir selama 10 menit pada suhu 72 oC dan normalisasi pada suhu 4 oC 5 menit.

Gel agarose kemudian diletakkan dalam wadah elektroforesis yang berisi larutan TAE 1x sampai gel tenggelam. Elektroforesis dilakukan selama 30 menit pada tegangan volt dan arus mA dalam suhu ruang.

Setelah selesai gel agarose direndam dengan larutan EtBr 7 selama 15 menit dan dibilas dengan ddH 2O, selanjutnya divisualisasi di atas lampu UV transluminator dan didokumentasikan dengan kamera.

Produk PCR yang positif akan menunjukkan adanya pita DNA yang jelas dan tebal selanjutnya disimpan dalam suhu -4oC sampai pengiriman untuk sekuensing. Data sekuen dianalisis dengan menggunakan beberapa program Bioinformatik berbasis Windows. Grafik elektroferogram yang diperoleh diedit menggunakan program Geneious Pro versi 8. Keragaman nukleotida nucleotide diversity , keragaman haplotipe haplotipe diversity , dan situs polimorfik polymorfisme site dianalisis menggunakan program DnaSP versi 5.

Selanjutnya dibuat jejaring network sebaran haplotipe Macrobrachium rosenbergii De Man, menggunakan program Network versi 4. Analisis variasi molekuler AMOVA dan jarak genetik genetic distance antar populasi dianalisis menggunakan program Arlequin versi 3. Median-joining Networks for Inferring Intraspecific Phylogenies. Molecular Biol Evol De Bruyn, M. Notes from the Leyden Museum Drummond, A.

Geneious v8. Genetics Folmer, O. Molecular Marine Biology and Biotechnology 3 5 : Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Khasani, I. Prosiding Forum Inovasi teknologi Akuakultur: Briefings Bioinformatics Mandyasa, I. Institut Pertanian Bogor. Rozas J. Bioinformatics Setiawan, B. Edy S. Hydrobiologia 1—10 Thompson, J. Nucleic Acids Res Wowor, D. L

HEBDOMEROS GIORGIO DE CHIRICO PDF

TEKNIK PEMBENIHAN UDANG GALAH.pdf

Permintaan pasarnya pun sampai saat ini cenderung meningkat, sedangkan penangkapan udang galah di alam semakin sulit, sehingga perlu dikembangkan usaha budidayanya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan benih dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Badan udang terdiri atas 3 bagian : kepala dan dada cephalotorax , badan abdomen serta ekor uropoda. Cephalotorax dibungkus oleh kulit keras, dibagian depan kepala terdapat tonjolan karapas yang bergigi disebut rostrum pada bagian atas sebanyak buah dan bagian bawah buah.

CHANDRAKANTA NOVEL IN PDF

.

7500B DATASHEET PDF

.

LENOVO L197 PDF

.

Related Articles